Anggota Brimob Diduga Aniaya Pelajar MTs di Tual Hingga Tewas

Anggota Brimob Diduga Aniaya Pelajar MTs di Tual Hingga Tewas

variasi angka RTP

Seorang anggota Brimob diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Kota Tual, Provinsi Maluku, yang berujung pada kematian korban. AT (14), korban yang masih duduk di bangku kelas 9, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dianiaya menggunakan helm.

Hingga saat ini, motif dan penyebab pasti dari dugaan penganiayaan ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan anggota Brimob tersebut.

Kronologi Insiden di Jalan RSUD Maren

Berdasarkan keterangan keluarga, insiden terjadi di jalan sekitar kawasan RSUD Maren, Kota Tual. Saat melintas menggunakan sepeda motor, korban tiba-tiba didekati oleh seseorang yang diduga merupakan anggota Brimob.

Orang tersebut kemudian menghantam korban menggunakan helm hingga korban terkapar dengan luka parah. AT sempat mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Karel Satswitubun, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Respons Aparat dan Gelombang Proses Warga

Wakapolres Tual, Kompol Roni Ferdi Manawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membela anggota yang terbukti bersalah. “Anggota betul-betul terlibat dalam kasus ini, kalau terjadinya kematian ini, kita proses. Danyon tidak akan bela. Propam Polda tidak akan bela. Anggota yang salah konsekuensinya diproses,” tegas Manawan.

Insiden ini memicu gelombang kemarahan di masyarakat. Ratusan warga Kota Tual melakukan aksi protes dengan mendatangi markas Brimob setempat untuk menuntut pertanggungjawaban. Massa yang terdiri dari keluarga, kerabat korban, dan warga menyuarakan kekecewaan atas dugaan kekerasan yang dilakukan aparat.

Aksi protes yang penuh emosi tersebut akhirnya berhasil ditenangkan oleh personel Brimob dan Polres Tual. Penyidik kini masih mendalami kasus ini untuk mengungkap kebenaran dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.