Slot Dana 5000 — Pasca banjir bandang yang melanda, akses jalan provinsi penghubung Lubuk Basung dan Bukittinggi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terputus total. Sebanyak empat unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material lumpur dan bebatuan yang menimbun badan jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian mencapai satu meter.
Pengerahan Alat Berat untuk Normalisasi Akses
Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar, menjelaskan bahwa pembersihan berfokus di dua lokasi. Dua unit ekskavator bekerja membersihkan material longsoran yang menyumbat aliran Sungai Muaro Pisang di Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau. Sementara itu, dua unit loader bertugas membersihkan material yang menutupi badan jalan.
“Kita berharap material segera dibersihkan, sehingga akses kembali normal,” ujar Muzakar, Sabtu (3/1/2026). Jalan tersebut telah tidak dapat dilalui kendaraan sejak Rabu malam, 31 Desember 2025.
Kendala dalam Proses Pembersihan
Proses pembersihan sempat terkendala karena material tanah berbatu terus turun secara sporadis, meski dalam kondisi tidak hujan. Hal ini disebabkan oleh tersumbatnya aliran sungai utama.
“Alat berat setiap hari bekerja membersihkan material. Namun material tanah longsor kembali turun setiap saat, akibat sungai tersumbat,” pungkas Muzakar. Dengan kondisi yang mulai membaik, diprakirakan pembersihan dapat diselesaikan dalam beberapa jam ke depan.
Jumlah Pengungsi Meningkat Jadi 428 Orang
Sementara upaya normalisasi berlangsung, dampak kemanusiaan dari bencana ini semakin terasa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat peningkatan jumlah pengungsi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyatakan jumlah pengungsi bertambah dari 314 menjadi 428 orang, atau setara dengan 160 kepala keluarga. Mereka mengungsi di musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintahan setelah rumahnya rusak terdampak banjir bandang dan berada di zona merah sepanjang Sungai Muaro Pisang.
Kerusakan Akibat Bencana
Abdul merinci kerusakan yang ditimbulkan. “Ada empat unit rumah, warung tiga unit dan penginapan dua unit yang rusak berat akibat bencana ini,” ucapnya.
Banjir bandang yang terjadi pada Rabu malam, 31 Desember 2025, dipicu oleh longsornya tebing jalan di Kelok 25, Kecamatan Matur. Longsoran tersebut menutup aliran Sungai Muaro Pisang, sehingga air mencari jalur baru ke arah Simpang Maninjau dan membawa serta material lumpur serta bebatuan yang merusak permukiman dan infrastruktur jalan.
Pantauan terakhir menunjukkan bahwa dari Kelok 9 menuju Kelok 25 tidak terdapat lagi material longsor yang menutupi aliran sungai, menandakan proses pemulihan lingkungan mulai berjalan.